Saya kenal bursa saham sejak tahun 1997, tapi berhubung waktu itu masih
susah memperoleh koneksi internet, maka segala macam metode analisa, baik
teknikal maupun fundamental, susah diperoleh, apalagi ngebayangin soal
update data harian dan sebangsanya.
Setelah internet tersebar luas, baik melalui jalur dial up, 2G - 3G GSM
maupun ADSL telkom, maka internet makin terjangkau, tidak perlu ke warnet
lagi. Nyari ebook-ebook saham makin mudah, komunikasi antar trader makin
mudah, update data harian bukan masalah juga. Dengan demikian, akses untuk
'ikut memiliki' perusahaan-perusahaan yang berkinerja dan berpotensi bagus
makin terbuka lebar.
Saat ini masih banyak lulusan SMA atau bahkan sarjana yang sekedar menggunakan Office Suite aja kurang lancar (bagaimana mereka bikin skripsi? ditulis tangan, lalu kasih ke tempat pengetikan komputer). Pada beberapa pelatihan komputer di daerah, orang-orang memegang mouse seperti memegang barang antik (bukan mengada-ada, tapi kisah nyata). "Digital divide" inilah yang membuat orang kaya makin kaya karena informasi dan pendidikan...
Rgds
Kamis, 09/08/2007 17:24 WIB
Orang Kaya Makin Kaya karena Informasi dan Pendidikan
Wahyu Daniel - detikfinance
*Jakarta - *Orang kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin. Hal itu merupakan cerminan bagaimana tingkat pendidikan dan informasi yang diperoleh.
Ketidakseimbangan antara masyarakat kaya dana masyarakat miskin yang semakin lebar dinegara Asia merupakan cerminan dari kurangnya tingkat pendidikan dan minimnya informasi di masyarakat.
Hal ini dikatakan oleh Chief Economies Deutsche Bank, Prof. DR Nobert Walter dalam konferensi pers mengenai perkembangan ekonomi dunia di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (9/8/2007).
"Kesenjangan ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Asia, tapi negera seperti
AS juga terdapat yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Ini
terjadi ketidakseimbangan pendapatan. Yang harus diperhatikan adalah
variabelnya," papar Walter.
Menurut Walter, masyarakat kini tidak bisa lagi berpandangan dengan paradigma lama tentang orang kaya. Dulu orang kaya adalah yang punya pabrik atau kebun anggur yang luas.
"Tapi dapat dilihat saat ini 10 orang terkaya di dunia adalah pemain-pemain
baru (New Kids on The Block). Contohnya Google dan Youtube mereka kan baru
semua," tutur Walter.
Walter menjelaskan, globalisasi kini telah mengubah area dan metode produksi. Yang dulu produksi hanya bisa dilakukan di pabrik, kini di rumah pun orang bisa produktif dan memproduksi.
Menurutnya solusi yang paling tepat untuk menghilangkan atau mengecilkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin adalah dengan edukasi. Jadi bagaimana membuat masyarakat luas memiliki kesempatan yang lebih untuk mendapatkan pengetahuan.
"Jadi informasi itu sangat penting," tukasnya.
Menanggapi data ADB tentang kesenjangan yang lebar di Asia antara si kaya dan si miskin, Walter menilainya positif. Menurutnya, ini bisa menjadi informasi bagus dan bisa menjadi pengetahuan agar masyarakat mengubah paradigma pemikiran mereka. *(ir/qom)* Received on Thu Aug 09 2007 - 08:08:16 EDT
|
|