Kalau saya lihat sih masa depan Indonesia itu suram paling tidak untuk 100 tahun kedepan, tetap dapat bertahan hidup tapi susah. Perimbangan antara sisi positif dan negatif negara/bangsa ini terlalu berat kesebelah negatifnya, sehingga negara ini menjadi anomali didunia dimana yg benar dianggap salah dan yg salah dianggap benar (dunia terbalik istilahnya atau dunia bizzaro menurut saya-baca komik superman bagi yg tidak tahu bizzaro).
Kalau perimbangannya setidaknya bisa seimbang maka negara/bangsa ini masih mempunyai harapan untuk masa depan yg cerah.
...
Kalo gitu kita borong MASA aja dehhh..., Biar masa depan kita penuh harapan... Heheheee...
> Kapan ya kita bisa baca berita : "Bursa Asia menguat, diikuti oleh
> Bursa Eropa dan Amerika, dimotori oleh JSX akibat peningkatan
> indikator-indikator ekonomi di Indonesia"
Bisa kalau waktu perang dunia 2 dulu kita nahan jepang, trus ngirim bantuan pesawat tempur, palang merah, dan kapal selam ke Prancis untuk serbuan mendadak D-Day....
MUSTAHIL merubah Masa Lalu... tapi MASA DEPAN ada di tangan Rakyat sendiri... Kalau secara ekonomi makro, dipikir-pikir kita pernah terhempas krisis finansial karena banyak kebutuhan dolar. Banyak dolar sebenarnya sih tidak perlu asalkan semua barang-barang yang perlu di-impor bisa di produksi sendiri (Fokus bukan pada memperbesar ekspor, tapi memperkecil impor)... Dulunya pikir kalau Pak Harto gembar-gembor Aku Cinta Indonesia (dan tim ekonominya), rasanya ndeso banget... Pengen makan keju koq malah disodorin singkong... Pengennya belanja ke Singapore, ke Amerika, disodorin Timor gak mau, maunya Bentley.... Dulu punya pabrik Astra dan bank Bali, sekarang malah sahamnya dipegang sama Singapore.... Bagaimana ini... Maunya keju malah akhirnya disodori singkong yang di-impor dari Singapore... Ngenes amat ya... Received on Wed Aug 29 2007 - 05:43:05 EDT
|
|