ngutip dari attachment:
"...Jadi dibandingkan dulu dengan luas lahan yang
dimiliki kompetitor berapa dan yang
ditanam serta luas lahan yang dimiliki....".
Pantesan TBLA ditarik dalam 3 hari ini. Kalo nggak ditarik mana laku Sampoerna Agro!! Growth Sampeorna lebih besar, tapi dia lebih mahal! Jadi TBLA masih bisa di angkat!
Note: forwarded message attached.
attached mail follows:
Perusahaan perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk, milik Keluarga Putera
Sampoerna, melepas 24,4 persen sahamnya kepada publik. Harga yang
ditawarkan Rp
1.900 sampai Rp 2.400 per saham.Dengan melepas 24,4 persen saham atau
setara dengan 461,35 juta saham, maka Sampoerna Agro akan meraup dana IPO
sekitar Rp 876,565 miliar sampai Rp 1,107 triliun.
"Dana tersebut akan digunakan untuk refinancing utang, ekspansi dan modal
kerja," kata Dirut Sampoerna Agro, Allan Goh Cheng Beng, dalam paparan
publik IPO
di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/5/2007).
Dana hasil IPO sebesar 40 persen untuk refinancing utang senilai US$ 100
juta ke
Credit Suisse dan US$ 20 juta ke Bank Central Asia (BCA). Kekurangan
dana untuk
refinancing akan ditambah dari kas internal.Sedangkan 35 persen hasil
dana IPO akan digunakan untuk ekspansi usaha dan 5
persen lagi untuk modal kerja.Vice President Investment Banking PT
Danareksa Sekuritas Marciano Herman, selaku
penjamin emisi mengatakan, harga yang ditawarkan di kisaran Rp 1.900-Rp
2.400
memang jauh lebih tinggi dari nominal Rp 200. Namun menurutnya harga saham
Sampoerna Agro masih wajar.Ditambahkannya, EP (earning price) Ebitda
industri perkebunan saat ini berada di posisi
14 kali, sehingga harga tersebut tidak kemahalan.Rencananya dengan dana
IPO tersebut juga akan digunakan untuk pembiayaan capex perseroan Rp 1
triliun dalam 3 tahun kedepan.
Dana itu akan digunakan untuk menambah luas perkebunan sebanyak 46 ribu
hektar
dalam waktu 3 tahun. Saat ini total lahan yang dimiliki sebanyak 170
ribu hektar dan
area penanaman 74 ribu hektar."Tahun ini kita akan menambah luas area
penanaman sebanyak 8.400 hektar," kata
Direktur Sampoerna Agro Yasin Chandra. Tahun ini produksi tandan buah
segar (TBS)
tidak berbeda jauh dari tahun 2006 yang sebesar 1,1 juta ton.
Masa penawaran saham ini dilakukan pada 11-13 Juni 2007 dan pencatatan
di Bursa
Efek Jakarta (BEJ) 18 Juni 2007.Analis saham Edwin Sinaga melihat harga
saham tersebut bisa dilihat wajar jika
mengacu dari EP Ebitda. Tapi juga bisa menjadi tidak wajar dilihat dari
kinerja atau luas
lahan yang dimiliki."Jadi dibandingkan dulu dengan luas lahan yang
dimiliki kompetitor berapa dan yang
ditanam serta luas lahan yang dimiliki,"
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis saham-politik(*)yahoogroups.com
saham-unsubscribe(*)yahoogroups.com untuk unsubscribe dari milis saham saham-subscribe(*)yahoogroups.com untuk subscribe ke milis saham
Yahoo! Groups Links Received on Fri May 25 2007 - 06:23:27 EDT
|
|