Salam Sejahtera...
Pada Senin, 29 Oktober 2007, julyanto menulis:
> Seperti yang sudah dijelaskan oleh Pak Sharif Dayan,
Hwaduh...! Kesannya aku seperti pejabat: nama ditulis lengkap plus "Pak"...;-) "Bung" saja, Bro... demokratis dan tidak pusing soal etnis atau latar belakang sosial budaya... juga tidak terlihat statusnya... gitu kan Renata1 dan Renata2 ? Heheheh...;-)
> TELKOM tidak pernah transparant tentang hal ini,
> budaya monopolistis sepertinya masih melekat kuat.
Sekian bulan silam, saya mengajukan keluhan melalui yandatel. Yang menerima keluhan adalah seorang nona -atau nyonya, atau Ms, entahlah, eke tak terlalu perduli :->- manis berkacamata. Beliau ini mengesankan cerdas dan tangkas menangkis keluhan saya, sehingga saya pulang dengan hati mengkal.
Beberapa hari silam, sewaktu saya singgah di kantor kandatel, ealahhh...! Saya berjumpa lagi dengan si kacamata itu. Sikapnya masih tidak berubah. Ia mengembalikan uang pendaftaran dipotong uang meterai -dasar TELKOM MATRE, mereka yang salah tapi pelanggan juga yang menanggung bea meterai- tanpa ucapan apa pun, seakan saya peminta sumbangan.
Setelah beranjak dari petugas yang somse ini, saya menuju gerai yang menyediakan isian tentang mutu pelayanan kantor tersebut. Intinya saya sebutkan agar yang bersangkutan dibina kembali mengenai cara melayani, karena sebagai orang yang sering terlibat dalam kegiatan membantu masyarakat papa saya tahu apa makna Melayani.
Saya bukan pendendam, tapi sebagaimana pernah ada yang menyampaikan di sini mengenai "segala sesuatu 'indah' pada waktunya", maka sambil melangkah ke luar kantor itu, saya bergumam dalam hati "Rasakan !".. hrhrhrh eh.... hihihihi...:->
> ps: Yang komplain / tidak puas terhadap ADSL Speedy itu seabrek2,
> inilah kenapa harganya dibanting abis, kalau tidak ntar tidak ada yang
> mau pake, pakenya 3G semua, jadi ntar investasi DSLAM nya jadi
> terbuang percuma dong heheeh...
Makanya, saya akan bersabar sampai datangnya 'ratu adil', yang akhirnya akan menjerembabkan Telkom dengan Speedy-nya itu. Kalau Speedy -atau apalah turunannya itu- sudah KO, maka secara bertahap TLKM pun akan turun nilainya...heheheh...<tertawa puas>
Sharif Dayan
Epitoma rei Militaris
Received on Sat Nov 03 2007 - 17:08:16 EDT
|
|