Google
 
Web www.testcompany.com

Re: [obrolan-bandar] DE hints: 10 guides to SELL (Napsu beli, lupa jual)

From: Salomo Gaol <salomogaol(*)gmail.com>
Date: Sat, 13 Oct 2007 12:43:02 +0700
To: obrolan-bandar(*)yahoogroups.com


Pak DE,nasehat2 anda selalu oke untuk investor gurem kaya saya.terimakasi byk atas masukannya pak.

On 10/13/07, Dean Earwicker <dean.earwicker(*)gmail.com> wrote:
> Dear Investors & Traders,..
>
> Selama ini posting yang banyak muncul di milis rata-rata adalah rekomendasi
> untuk beli, namun sedikit sekali untuk posting saham yang boleh dijual.
> Well, saya coba rangkum beberapa hal yang kira-kira dapat menjadi guide
> untuk menjual:
>
> 1. *Jual saham 2,3 liner pada saat market bullish. *Pada saat market
> bullish seperti saat ini, market digerakkan oleh saham berkapitalisasi
> besar, artinya fokus market ada pada saham blue chip, akibatnya investor
> cenderung mengalihkan dana dan waktunya untuk bermain pada saham tsb,
> sehingga saham 2,3 liner cenderung stagnan, bahkan turun jika ada aksi
> pemindahan dana besar. Sebaliknya mulai lirik 2nd liner saat market
> sideways.
>
> 2. *Jual saham yang terlalu banyak dibahas/news/rumor setelah naik.
> *Saham-saham
> yang "lompat tinggi" biasanya setelah itu keluar berita-berita/rumor yang
> mendukung kenaikan harga tersebut. Well, kita semua tahu berita bisa
> dibantah dan rumor ada disclaimer. Saham spt INCO & BUMI yang miskin
> rumor
> tetap naik dengan manisnya, namun saham yang rame dibahas seperti ISAT
> (gosip investor rusia) dan ANTM (so many projects, so many good news)
> malah
> rallynya tertahan. PGAS sempat tertahan, namun ketika orang mulai bosan
> bahas PGAS, saham ini justru naik.
>
> Saham yang full rumor seperti TMPI, MITI, POLY malah lebih sadis lagi.
>
>
> 3. *Jual saham yang posisi bid offernya mencurigakan, seperti ini
> (contoh):
>
> * * BID *
> * BVOL *
> * OVOL *
> * OFFER *
> 10,000 50,000 3,100 10,050 9,950 4,000
> 3,200
> 10,100 9,900 3,000 2,900 10,150 9,850
> 2,000 3,010 10,200 9,800 1,000 3,500
> 10,250
> 9,750 40 25,000 10,300 9,700
> 30
> 40 10,350 9,650 10 30 10,400
> Terlihat posisi bid vol sangat tebal (50rb lot), namun pada running
> trade banyak sell dengan lot besar di harga bid. Bid 50rb lot ini
> dipasang oleh bd untuk "buffer" agar harga tidak drop saat ada klien mau
> buang barang. Harga dapat dimanipulasi seakan naik perlahan (spt kata
> Embah,
> mudah sekali menaikkan harga).
>
> Begitu semua kliennya selesai, bid besar tsb ditarik (withdrawn),
> akhirnya harga akan turun dengan sendirinya. Bid ini juga terlihat "tidak
> habis habis", artinya begitu sedikit lagi habis, tau-tau nambah lagi,
> seakan
> gak bisa tembus ke bawah. Bid tidak habis karena yang dipasang adalah
> barang
> yang sama.* Ingat, bd tidak kena fee seperti retail.
>
> *
> 4. *Jual saham yang posisi buyer/sellernya seperti ini:*
>
> * BUYERS *
> * SELLERS *
> * BROKER *
> * BVOL *
> * SVOL *
> * BROKER *
> AA
> 23,400
> 240,000
> GG
> BB
> 23,300
> 10,000
> HH
> CC
> 21,200
> 4,000
> II
> DD
> 19,100
> 3,000
> JJ
> EE
> 19,000
> 1,500
> KK
> FF
> 18,000
> 500
> LL
>
> Dapat dilihat jumlah buyers dengan lot merata (20 ribuan), sedangkan
> pada bagian sellers jumlah lotnya sangat menonjol (broker GG, 240rb lot).
> Ini menandakan adanya DISTRIBUSI. (berlaku sebaliknya untuk AKUMULASI).
> Jangan terkecoh dengan naik/turunnya harga.
>
> 5. *Jual saham yang naik tidak dengan sektornya atau berlawanan
> arah.* Artinya
> saham ini sedang tidak in-line (jalan sendirian) dan tidak didukung oleh
> teman-temannya. Biasanya hanya rally sebentar. Apabila saham ini sedang
> naik
> namun sektornya turun, ini berarti teman-temannya sudah TP duluan,
> sehingga
> saham ini rentan TP berikutnya.
>
> 6. *Jual saham ketika semua orang senang mendengar namanya, dan
> target-target baru bermunculan.* Ini jelas, saham yang terlalu banyak
> dipegang retail sangat rentan untuk dikocok-kocok. Beda retail dengan bd
> adalah: BD cenderung kompak (apalagi Bd agen pemerintah :). Mereka sudah
> tahu barang mau di beli/jual diharga berapa, jauh sebelum harga tersebut
> bergerak. Sementara retail cenderung egois, sporadis dan emosional.
>
> 7. *Jual saham yang tidak mencetak laba. *Ini adalah teknik FA,
> ngapain belanja saham yang emitennya rugi, kaya nggak ada yang lain aja..
> Kalau anda kadung kemakan rumor, ada baiknya hati-hati..
>
> 8. *Jual saham yang indikator TA mengatakan jual* (MA5<MA20, MACD
> negatif, Bearish engulfing/harami/doji, hammer, ElWave, Darvas,
> stochastic,
> silahkan dipelajari sendiri lewat metastock - sudah banyak yang ngadain
> training). Jangan meremehkan TA, apalagi jika sumber informasi tentang
> emiten terbatas. Kelemahannya hanya satu: likuiditas. TA kadang suka
> salah
> bila menganalisa saham yang kurang likuid.
>
> 9. Always discount 30% on whatever analyst says. Kalau hasil riset
> bilang target 10.000 dan harga sekarang adalah 7000 maka selisih
> adalah 3000. Maka diskon 30% dari 3000 dapatlah 2100. Maka siap-siap
> untuk
> jual sedikit-sedikit pada saat harga tembus 7000+2100=9100.
>
> 10. Alternatif lain: Reksadana saham. Banyak trader yang punya waktu
> terbatas untuk memantau market namun tetap memaksakan untuk trading.
> Alternatifnya anda dapat membeli reksadana saham. Istilahnya: "titip duit
> sama bandar". Nasabah Reksadana adalah BOZZ dan Fund Mananger. Be friend
> with them.
>
> Demikian ulasan saya, sebenarnya masih banyak yang lain, tapi kalau di
> expose semua nanti ada yang marah lagi.. hehe.. Mohon maaf kalau saya
> kelihatan rada sok tahu. I just want to share with you guys..
>
> Regards,
> DE
>
> Note: Keputusan jual/beli tetap tanggung jawab anda.
>
Received on Sat Oct 13 2007 - 01:43:12 EDT


Google
  Web www.testcompany.com   
This archive was generated by hypermail 2.2.0.
Internet Marketing