Google
 
Web www.testcompany.com

RE: [obrolan-bandar] Yunan Tin -- Lihat PE 98.9 X vs Profitnya cuma 3 Q $ 60 mio---- GILA.... vs PT Timah PE 5X Profit 3 Q kira2 $150 mio .. Mana yang lebih gila? (by Jonni Amin, CFA, FRM)

From: Dean Earwicker <dean.earwicker(*)gmail.com>
Date: Fri, 19 Oct 2007 17:55:31 +0700
To: <obrolan-bandar(*)yahoogroups.com>, <saham(*)yahoogroups.com>


Let's discuss then,...  

Apakah % kenaikan komoditi lebih rendah/tinggi dibanding pelemahan dollar? Kalau lebih rendah - menurut saya - agak risky. Kalau naik berarti bagus.  

(contoh) Misalnya harga timah naik 5%, tapi USD melemah 10%, artinya valuasi dari timah sebenarnya turun 5%, karena dihargai dengan USD.  

Saya lihat valuasi (value/nilai) lebih penting daripada harga (price).  

CMIIW   Regards,
DE


From: obrolan-bandar(*)yahoogroups.com [mailto:obrolan-bandar(*)yahoogroups.com] On Behalf Of Jonni Amin,CFA,FRM
Sent: Friday, October 19, 2007 5:43 PM
To: saham(*)yahoogroups.com; obrolan-bandar(*)yahoogroups.com Subject: [obrolan-bandar] Yunan Tin -- Lihat PE 98.9 X vs Profitnya cuma 3 Q $ 60 mio---- GILA.... vs PT Timah PE 5X Profit 3 Q kira2 $150 mio .. Mana yang lebih gila? (by Jonni Amin, CFA, FRM)

Saya melihat Indonesia diuntungkan dalam hal komoditas (batubara, timah, nikel, palm oil dll). Kalau Australia tidak begitu untung karena mata uangnya menguat terlalu banyak terhadap US dolar. Kenaikan harga komoditas seperti batubara kalau dikonversikan ke Aus$ tidaklah berubah banyak (bahkan bisa tidak menguntungkan), tapi berbeda dengan kita. Apalagi, dalam hal PE masih kecil dibandingkan dengan PE negara lain.  

Walaupun sekarang minyak naik hampir mendekati US$90 dollar, kedepan saya pikir komoditas tetap bagus karena US dollar sebenarnya terdevaluasi.     Received on Fri Oct 19 2007 - 06:51:24 EDT


Google
  Web www.testcompany.com   
This archive was generated by hypermail 2.2.0.
Internet Marketing