FYI, just my 2 cents...
Rgds
Note:
"WD Watch List" dan "WD Penny List" di-publish setiap hari bursa di milis
meta-noia(*)yahoogroups.com... join for free...
Market sepekan kemarin diwarnai dengan resistensi IHSG terhadap pengaruh regional, dalam hal ini Dow Jones, sehingga ketika Dow jatuh cukup banyak, kejatuhan IHSG tidak terlalu dalam. Selain disebabkan oleh kenyataan bahwa kejatuhan Dow lebih disebabkan oleh masalah lokal yang spesifik (subprime mortgage), kemungkinan investor/trader di Bursa Efek Jakarta juga sudah mulai 'pinter'.
Dari sisi teknikal, cukup menarik bahwa gerakan market dalam 2-3 hari belakangan ini telah kembali ke area yang cukup 'sehat', ditandai dengan mulai masuknya beberapa saham ke Zone 1 pada "WD Watch List", sementara komposisi saham di Zone 2 s/d 4 juga cukup berimbang. Bahkan berdasar penutupan market Jumat 7 September, ada tanda-tanda mengarah ke overheat, dimana IHSG sendiri, sebagai parameter broad market, telah berada di Zone 1. 'Untungnya', Dow jumat malam kemarin jatuh cukup dalam sehingga kemungkinan besar Senin besok BEJ juga akan koreksi.
Seperti diketahui, "WD Watch List" di bagi dalam 4 Zone (note: Zone ini dulunya disebut section, tapi karena pembagian ini lebih mengacu ke posisi/status harga masing-masing saham ketimbang sekedar pembagian tabel, maka saya rasa lebih tepat disebut Price Zone, atau disingkat Zone). Sistem pembagian ini membuat pekerjaan analisa broad market menjadi sangat simpel dan praktis. Sebagai contoh, pada "WD Watch List" edisi 23 Juli 2007 (file WD-070723.png), terlihat bahwa lebih dari separo saham (termasuk indeks) berada di Zone 1, sementara Zone 4 hanya dihuni oleh 2 saham, yaitu BHIT dan TMPI (yang waktu itu sedang disuspend). Ini menunjukkan bahwa market telah 'overheat' dan bukan saat yang tepat untuk masuk (kecuali intraday trading). Sebaliknya, pada "WD Watch List" edisi 16 Agustus (file WD-070816.png), selain ditandai dengan warna merah yang bertaburan dimana-mana, juga terlihat bahwa tidak ada saham yang berada pada Zone 1 maupun Zone 2, bahkan penghuni Zone 3 pun cuma 1, yaitu LPKR. Mayoritas saham berada di Zone 4.
Jika anda memahami sistem "WD Watch List", maka anda dapat melihat trading opportunity di market, bagaimanapun kondisinya. Sistem Market Watch yang semata mendasarkan pada Buy Low Sell Higher akan 'tidak berbunyi' ketika market sedang berada di puncak, sebaliknya sistem Market Watch yang semata mendasarkan pada Buy High Sell Higher juga 'tidak berbunyi' ketika market berada di bottom. Dari penjelasan di paragraf sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa untuk trader yang bertipe "Bargain Hunter" - Buy Low Sell High, maka pre-selection dilakukan dengan melihat saham-saham yang berada di Zone 4. Sementara bagi trader yang bertipe "Highlander", maka pre-selection dilakukan terhadap saham-saham yang berada di Zone 1. Dari situ, penajaman lebih lanjut dalam memilih saham bisa dengan mempertimbangkan sinyal-sinyal yang muncul dari indikator teknikal, berita fundamental, rumor atau informasi lain yang kira-kira mendukung.
Kembali membahas perkembangan market terakhir, dapat dilihat bahwa "WD Watch List" (yang mayoritas berisi saham 1st & 2nd liner) dan "WD Penny List" - file WDPL-070907.png (yang mayoritas berisi saham 3rd & 4th liner) menunjukkan komposisi antar Zone yang berbeda. Zone 1 pada WD-PL memiliki jumlah saham yang relatif lebih banyak ketimbang Zone 1 pada WD-WL. Dari situ dapat disimpulkan bahwa pergerakan market tanggal 7 September kemaren banyak disokong oleh saham-saham 3rd & 4th liner. (Bagi anda yang seharian mengamati screen running trade, hal itu mungkin cukup jelas, karena seharian screen dipenuhi transaksi saham-saham tersebut). Seandainya Senin dan Selasa depan market masih bullish, maka tidak tertutup kemungkinan komposisi antar Zone akan mengarah ke posisi seperti tanggal 23 Juli 2007, yang mengarah ke kejatuhan market seperti pada tanggal 16 Agustus. Oleh karena itu, saya bilang ada 'untung-nya' Jumat kemaren Dow jatuh sehingga market yang mendekati overheat kemungkinan akan cooling down terlebih dulu.
Rgds
|
|