FYI,.. semoga bermanfaat...
Beberapa waktu lalu di salah satu chatroom saya tuliskan bahwa pada bagian besar, kenaikan harga saham terjadi ketika general market juga naik, sebaliknya, penurunan harga saham juga terjadi ketika market sedang turun. Ini sedikit melengkapi adagium "ketika general market naik, maka mayoritas saham naik".... (please take 10 secs of thinking to see the different :-) ). Dua pernyataan di atas memberi indikasi sama, yaitu faktor general market sangat berperan dalam naik turunnya harga saham, to some extent.
Mengingat pentingnya faktor general market ini, para analis teknikal telah mencoba mendevise indikator yang mengaitkan market indeks dengan harga saham ( beta, tetha dll ) untuk mengukur seberapa besar dinamika general market dan harga (individual) saham saling mempengaruhi satu sama lain. Masalahnya, model pengukuran semacam itu hanya menghasilkan angka 'relationship' antara indeks dengan satu saham, sehingga tidak bisa menunjukkan status market ataupun saham tersebut apakah mau naik atau mau turun. Di luar itu, mayoritas indikator-indikator juga hanya mengolah data historical OHLC+V dalam usaha 'membaca' karakter gerakan harga satu saham. Bisa dibayangkan, ketika general market naik atau turun secara tajam, dimana mayoritas harga saham juga mengikuti, maka akan ada 'noise' yang signifikan pada data masukan indikator sehingga hasilnya tidak akurat, bahkan error. Dalam praktek trading, hal ini akan menjadi masalah ketika misalnya, suatu waktu indikator-indikator ataupun chart pattern satu saham menunjukkan sinyal buy/breakout. Sementara di saat yang sama, sebagian besar saham telah breakout beberapa hari sebelumnya dan berada pada tahap overbought, thus, general market sudah overbought. Jika anda fokus semata pada satu saham tersebut, bisa jadi begitu anda buy, tiba-tiba breakout-nya fail karena terbawa oleh general market yang sudah tiba saatnya koreksi.
Cara simpel untuk mengaitkan dinamika harga satu saham dengan dinamika general market adalah dengan mem-plot chart indeks di dalam chart saham. Walaupun simpel, tapi cara ini kurang praktis, karena anda harus mem-plot chart indeks ke chart tiap-tiap saham yang dimonitor. Selain itu, pada tiap-tiap chart, anda harus melakukan paling tidak dua kali analisa, pertama, analisa terhadap chart saham, kedua, analisa terhadap chart indeks. Nah, dalam mengatasi kerepotan ini, sistem "WD Watch List" (WDWL) bisa menjadi alternatif. Selain menunjukkan status teknikal berikut support & resistance dari tiap-tiap saham, maka WDWL juga dapat menunjukkan status market secara keseluruhan. Bagaimana caranya? Ada dua indikasi yang digunakan :
Pertama, berdasar logika sederhana aja, yaitu jika MAYORITAS saham berkapitalisasi besar dalam suatu market telah menunjukkan status overbought/overheat, maka dapat disimpulkan bahwa general market dari saham-saham tersebut juga telah overbought/overheat. 54 saham + IHSG yang tercantum pada WDWL merupakan saham-saham yang memiliki market cap dan rata-rata transaksi harian terbesar. Oleh karena itu, jika mayoritas dari 54 saham + IHSG itu telah overbought/overheat, so does the general market.
Kedua, pengurutan saham-saham pada WDWL menggunakan Dynamic Sorting(c) menghasilkan pembagian 4 zona gerakan harga, dimana komposisi dari masing-masing zona akan menunjukkan gambaran status dari general market.
Untuk memahami kedua hal tersebut, silahkan bandingkan dua edisi WDWL terlampir.
Pada penutupan market 20 Agustus 2007, indeks naik sampai 133 poin. Walaupun begitu, bisa dilihat bahwa pada tabel indikator WDWL 070820 tidak ada tanda-tanda bearish/overbought. Selain itu, mayoritas saham juga berada di Zone 4, plus beberapa di Zone 3. Tidak ada satupun saham yang berada di Zone 2 atau apalagi Zone 1. Dengan demikian, walaupun indeks naik tinggi, dapat disimpulkan bahwa market belum overbought.
Sebaliknya pada penutupan market 19 September 2007, walaupun market 'cuma' naik 73 poin, dari pengamatan singkat dapat diambil kesimpulan bahwa statusnya telah overbought/overheat. Tanda-tandanya adalah : sinyal-sinyal bearish mulai muncul di tabel bagian atas dan lebih dari separo saham telah berada di Zone 1. Sebagian besar sisanya berada di Zone 2, sementara Zone 3 dan 4 cuma dihuni masing-masing 2 saham
... simpel dan praktis kan :D ?
Rgds
Note:
Bagi yang tertarik untuk mempercepat pemahaman cara 'membaca' WD Watch List
sebagai pegangan dalam trading sehari-hari, silahkan ikuti workshop yang
rencananya diselenggarakan pada tanggal 29 Sept 2007 (jika peserta memenuhi
quota). Informasi workshop selengkapnya dapat dilihat di
http://groups.yahoo.com/group/meta-noia. Bonus Flash Disk 1 GB (courtesy of
Wan Al of wan_al(*)yahoogroups.com) berisi koleksi ratusan ebook trading
saham, data perdagangan BEJ dari tahun 1993 (untuk metastock) dan
lain-lain...
|
|